Pencarian
Banner
PPDB 2018Unpad
Jajak Pendapat
Layanan/Program Sekolah di SMAN 3 Cimahi Favorit Anda ?
Sekolah Sehat
Sekolah Literasi
Sekolah Berbudaya Mutu
Sekolah Ramah Anak
Sekolah Bindikel
Sekolah Berbudaya Lingkungan
Sekolah Kewirausahaan
  Lihat
Jalur PPDB Jabar 2018, Anda tertarik mendaftar dijalur apa?
NHUN
KETM
Prestasi
PMG
WPS
ABK
  Lihat
PTN Favoritmu di Bandung?
ITB
UNPAD
UPI
UIN
  Lihat
Statistik
  Visitors : 1421040 visitors
  Hits : 398 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users

BINDIKEL SMA NEGERI 3 CIMAHI

Tanggal : 10/23/2017, 08:22:43, dibaca 217 kali.

Keberadaan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga yang berada di bawah Ditjen PAUD-DIKMAS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat strategis. Pasalnya, Direktorat Bindikel ini mempunyai target sasaran mulai dari lembaga pendidikan nonformal, seperti SKB, PKB, dan LKP serta lembaga pendidikan formal, mulai dari tingkat Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) sampai tingkat SMA/SMK.

Diakui Dirjen PAUD dan DIKMAS, Ir. Harris Iskandar PhD, urusan pembinaan  keluarga ini sudah dilakukan beberapa kementerian dan lembaga, seperti di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial dan juga di Kementerian Koordinator Pembedayaan Perempuan serta di Komisi Perlindungan Anak Indonesia.  “Tapi yang target audiencenya terluas adalah Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga karena menyasar semua keluarga yang punya anak atau peserta didik di sekolah, “katanya saat pembukaan Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga di Bogor (5/10/2015).

Tujuan pembinaan pendidikan keluarga ini adalah supaya anak mendapatkan pendidikan yang paling optimal. Strateginya,  Trisentra pendidikan seperti yang digagas Ki Hajar Dewantara, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat harus kompak, koheren, punya sinyal yang sama “Contohnya kebiasaan belajar, orang tua harus mendisiplinkan anak di rumah, jangan dibiarkan begitu saja sehingga apa yang dibangun disekolah, hancur begitu saja, “ujarnya

Esensi pendidikan keluarga adalah untuk membina para orang tua sebagai pendidik utama dan pertama, namun dibalik itu juga paling tidak siap untuk jadi pendidik. “Tidak ada sekolah untuk orang tua, selama ini orang tua mendidik anak hanya berdasarkan pengalaman dan apa kata orang. “ Orang tua  perlu dipersiapkan. Orang tua yang berpendidikan sarjana mungkin sudah siap, tapi bagaimana dari masyarakat marginal, ini sangat rentan. Menerima informasi seadanya, jadi mendidik anak seenaknya, “katanya.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas