Pencarian
Banner
PPDB 2018Unpad
Jajak Pendapat
Layanan/Program Sekolah di SMAN 3 Cimahi Favorit Anda ?
Sekolah Sehat
Sekolah Literasi
Sekolah Berbudaya Mutu
Sekolah Ramah Anak
Sekolah Bindikel
Sekolah Berbudaya Lingkungan
Sekolah Kewirausahaan
  Lihat
Jalur PPDB Jabar 2018, Anda tertarik mendaftar dijalur apa?
NHUN
KETM
Prestasi
PMG
WPS
ABK
  Lihat
PTN Favoritmu di Bandung?
ITB
UNPAD
UPI
UIN
  Lihat
Statistik
  Visitors : 1411083 visitors
  Hits : 5747 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users

Sosialisasi Anti Radikalisme Di SMA Negeri 3 Cimahi

Tanggal : 10/24/2017, 09:10:21, dibaca 534 kali.
Wawasan antiradikalisme,  akan membuat kalangan muda lebih waspada bila didekati para penyebar ajaran radikal. juga menyayangkan fakta banyaknya orangtua yang tidak memperkenankan anak mereka untuk belajar agama karena merasa takut anaknya akan terlibat radikalisme.

Faktanya banyak orangtua enggak memperbolehkan anaknya belajar agama di sekolah dan kampus karena pemahaman yang sepotong-sepotong. Kita harus memahami persoalan radikalisme sehingga kita tidak fobia terhadap agama.
Padahal, menurutnya, agama tidak pernah mengajarkan paham radikal sehingga generasi muda tidak perlu khawatir jika belajar agama dengan pemahaman yang benar.

Sosialisasi antiradikalisme juga merupakan upaya membangkitkan semangat nasionalisme. Pasalnya pendekatan radikalisme biasanya menggunakan pendekatan agama dan kebangsaan yang dibenturkan.
sementara itu, sosialisasi antiradikalisme telah dilakukan oleh kepolisian & TNI. Sebagai contoh di SMAN 3 Cimahi yang sudah menjalankan program pembekalan antiradikalisasi ke para siswa kelas 10,11,12
harapannya para siswamampu memilah informasi maupun ajakan untuk bergabung dalam organisasi tertentu di kemudian hari. Yuliyanto juga mengingatkan, radikalisme tidak ada kaitannya dengan agama apa pun termasuk Islam.
"Perilaku radikalisme bukan ajaran agama, apalagi Islam," tegasnya.
para siswa seharusnya menjadikan sekolah sebagai lingkungan keluarga mereka untuk saling berbagi dan menyelesaikan masalah. Di saat yang sama, para siswa saling mengawasi satu sama lain bila ada di antara mereka yang berubah perilaku menjadi tertutup dan aneh.


Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas